by

Wangek Patahkan Cetakan Petinju dari Negeri Gajah…



QQDewaSport.com –

SISAKET – Petinju-petinju asal Thailand selama ini dikenal cukup beringas ketika tampil di negara sendiri, namun saat bermain di luar negeri hal tersebut berbanding terbalik. Mereka tidak bisa menyamai kesuksesan sebagaimana ketika tampil di negeri sendiri.

Akan tetapi, penilaian seperti itu mulai luntur ketika Wisaksil Wangek alias Srisaket Sor Rungvisai berhasil menjadi petinju Thailand pertama yang mematahkan cetakan petinju dari negara tersebut.

Seusai bertanding hingga 12 ronde untuk mencetak kemenangan angka mayoritas atas Gonzalez di New York, Amerika Serikat pada Maret 2017, Wangek tidak perlu berlaga sampai ronde terakhir dalam duel ulang versus Gonzalez di Carson, AS, September lalu. Dia memukul KO juara dunia empat divisi di ronde keempat.

Wangek sudah mempunyai keyakinan dalam dirinya bahwa pertarungan kedua melawan Gonzalez tidak akan seperti pertemuan pertama mereka. “Saya tidak berpikir itu akan seketat yang pertama, karena saya berlatih sangat keras dan saya sangat percaya diri,” ucap Wangek menukil dari Boxing Scene.

(Baca juga: Tugas sebagai Polisi Tidak Ganggu Aktivitas Tinju Wisaksil Wangek)

“Tapi itu berakhir lebih cepat dari perkiraanku. Saya tidak berpikir itu akan berakhir di ronde keempat. Saya pikir saya akan menghentikan Gonzalez di ronde selanjutnya,” kata petinju dengan rekor 44-4-1, 40KO.

Wangek akan kembali lagi ke AS di awal tahun depan. Kali ini, petinju berusia 31 tahun itu akan berkunjung ke The Forum di Inglewood pada 25 Februari. Dia akan bertemu dengan mantan juara dunia kelas terbang Juan Francisco “El Gallo” Estrada (36-2, 25KO).

“Saya sangat senang dan saya sangat bangga karena sekarang saya memiliki penggemar di seluruh dunia, terutama di AS. Itu adalah sesuatu yang selalu saya impikan,” kata Wangek.

(Baca juga: Petinju Thailand Ini Jadi Kandidat Kuat Peraih Tiga Penghargaan)

Pertemuan Wangek dengan Estrada ini cukup unik jika mengikuti perhitungan matematis. Pasalnya, Estrada pernah mengalahkan mantan juara dunia Carlos Cuadras, namun meraup hasil minor saat bertemu Chocolatito. Sebaliknya, Wangek sukses menghabisi Cocolatito, akan tetapi mengalami kekalahan ketika menghadapi Cuadras. Kendati demikian, pertarungan tinju tidak bisa diperhitungkan secara matematis.

(nug)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed