by

Si Macan Tua Kembali Berjaya Usai Lewati Masa Sulit 11 Tahun

-Sports-75 views



QQDewaSport.com –

loading…

AUGUSTA – Tiger Woods akhirnya berhasil bangkit dari masa sulitnya setelah menjadi juara di turnamen Masters 2019. Mantan pegolf nomor satu dunia ini membutuhkan 11 tahun untuk kembali berjaya di turnamen mayor. Kemenangan ini merupakan gelar Woods pertama dalam kejuaraan utama golf sejak Amerika Serikat (AS) Terbuka 2008, dan pertama kali memenangi turnamen Masters pada 1997.

Pegolf berusia 43 tahun ini pun telah mengumpulkan 15 gelar juara di turnamen Mayor. Namun, keberhasilan ini dinilai paling luar biasa baginya. Pasalnya, pegolf AS ini sempat diterpa berbagai masalah selama 11 tahun terakhir, salah satunya masalah cedera punggung.

Bukan hanya saat bermain, ketika duduk untuk makan pun Woods merasakan sakit yang luar biasa. Hal itu yang membuatnya memaksa menjalani operasi punggung, termasuk untuk keempat kalinya pada April 2017. Tindakan itu ternyata menyelamatkan kariernya yang sempat mengalami kemerosotan.

“Saya memiliki keraguan yang serius setelah apa yang terjadi beberapa tahun yang lalu. Saya hampir tidak bisa berjalan, tidak bisa duduk, dan berbaring. Saya benar-benar tidak bisa melakukan banyak hal. Jadi, ini sangat berarti untuk saya dan keluarga saya dengan kesuksesan di turnamen ini,” kata Woods dilansir the guardian.

Padahal, Woods sempat menjadi salah satu olahragawan yang memiliki pengaruh besar di dunia pada akhir era ‘90-an. Dia menjadi pegolf termuda yang menjadi juara Masters pada 1997 ketika berusia 21 tahun dengan unggul 12 pukulan dari Tom Kite. Dua bulan kemudian, pegolf bernama asli Eldrick Tont Woods ini menjadi pegolf nomor satu dunia.

Dominasi Woods terus berlanjut pada era 2000-an, termasuk memenangkan gelar mayor tiga kali secara beruntun di AS Terbuka, Turnamen Terbuka, dan PGA Champhionship 2000. Namun pada akhir 2008, berbagai cedera mulai menghampirinya dan masalah-masalah lainnya. Kondisi itu yang membuat prestasinya menurun.

Pengoleksi 81 gelar PGA Tour ini menabrakkan mobilnya ke hidran ketika mengemudi dari rumahnya di Florida pada 27 November 2009. Hal itu terungkit karena ada masalah pribadi dengan istrinya, Elin Nordegren, yang dinikahinya pada 2004. Pasalnya, Woods mengakui perselingkuhannya dengan seorang wanita. Hal tersebut membuat sejumlah sponsor memutuskan hubungan kerja sama.

Woods pun kemudian meminta maaf kepada publik. Bahkan, dalam sebuah buku yang diterbitkannya pada 2017, dia merasa sangat menyesal telah mengkhianati istrinya. “Ketidakjujuran dan keegoisan saya menyebabkan rasa sakit yang hebat. Elin dan saya mencoba memperbaiki keretakan yang telah saya lakukan, tetapi kami tidak bisa. Penyesalan ini akan bertahan seumur hidup,” ungkapnya.

Ketika cedera punggung terjadi, Woods terlempar dari peringkat 500 dunia pada Mei 2016. Setahun setengah kemudian, dia berada di urutan ke 1.193 dunia. Selama dalam kondisi itu, Woods mengalami berbagai masalah dan tertangkap polisi ketika berkendara dalam pengaruh obat-obatan terlarang. Dalam laporan toksikologi, dia mengonsumsi lima obat terlarang dalam tubuhnya.

“Apa yang terjadi adalah reaksi tak terduga terhadap obat yang diresepkan. Saya tidak menyadari obat telah memengaruhi saya dengan sangat kuat. Saya ingin meminta maaf dengan sepenuh hati kepada keluarga, teman, dan penggemar saya. Saya mengharapkan lebih banyak dari diri saya juga,” ungkap Woods.

Setelah muncul di ruang sidang, Woods diperintahkan membayar denda USD250, menghadiri sekolah Driving under the influence (DUI), dan melakukan 20 jam pelayanan masyarakat. Komunitas golf seolah-olah memprediksi harapan Woods untuk kembali bangkit tak mungkin terjadi. Namun, keberuntungan pun justru terjadi dengan kariernya.

Pada awal 2018 dan setelah penyembuhan dari cedera tulang belakang, Woods mulai menjalani turnamen kompetitif. Dia semakin percaya diri hingga sukses menjadi juara di turnamen pertama lebih dari lima tahun di East Lake, Atlanta, September lalu. Capaian itu menjadi awal dirinya yakin bisa bangkit di lapangan golf.

Puncaknya adalah kemenangan di turnamen Masters ini. Dia sukses unggul satu pukulan dari tiga pegolf rekan senegaranya, Dustin Johnson, Xander Schauffele, dan Brooks Koepka, yang masing-masing membukukan 276 pukulan atau 12 di bawah par. Capaian ini tentu menjadi hal paling luar biasa dalam kariernya.

“Ini nyata bagi kami untuk pengalaman ini, saya tidak bisa lebih berbahagia dan senang, saya kehilangan kata-kata. Anak-anak saya ada di sana, dan juga waktu itu pada 1997 ayah saya ada juga di sini, dan sekarang adalah seorang ayah dengan dua anak di sini,” ungkap Woods.

(don)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed