by

Pembalap Indonesia Rheza Sempurnakan Gelar di Buriram

-Sports-5 views



QQDewaSport.com –

loading…

JAKARTA – Pembalap Indonesia, Rheza Danica Ahrens, tidak kehilangan determinasinya saat tampil pada seri terakhir Asia Road Racing Championship (ARRC) kelas Asia Production (AP) 250.

Kendati sudah memastikan gelar juara, namun rider berjuluk The Silent Boy itu tetap tampil impresif dan mengamankan podium kedua di Chang International Circuit, Buriram, Thailand, akhir pekan kemarin.

Hasil ini membuat pembalap Astra Honda Racing Team (AHRT) itu mengoleksi 226 poin atau terpaut jauh dari riderThailand di posisi runnerup dengan 158 poin. Sebelumnya pembalap asal Yogyakarta ini sudah mengukuhkan diri sebagai juara pada seri kelima di Sentul International Circuit, Bogor.

Rheza menyatakan puas dengan upayanya meraih hasil terbaik di seri terakhir. Menurut dia, podium dua di Thailand seolah menyempurnakan gelarnya pada musim balapan yang penuh dengan persaingan sengit.

“Terima kasih atas dukungan dari semua krutim, manajemen, dan seluruh sponsor Astra Honda Racing Team. Berkat dukungan besar dan usaha keras dari semuanya serta doa dari berbagai pihak, saya bisa menjadi juara Asia kelas AP250 dan terus mempersembahkan podium hingga akhir balapan,” kata Rheza.

Pembalap AHRT lainnya di kelas AP 250, Awhin Sanjaya dan Mario Suryo Aji, juga menunjukkan peningkatan performa balap. Sepanjang balapan, kedua pembalap muda Indonesia ini bergantian memimpin jalannya balapan dengan pertarungan sengit di baris depan.

Hasilnya, Awhin berhasil finis pada posisi pertama dan Mario sempat memimpin di lap terakhir melebar di tikungan terakhir sehingga finis pada posisi kelima. Namun sayang, posisi Awhin dan Mario tidak bisa dipertahankan karena terkena penalti melewati batas lintasan saat tikungan terakhir jelang garis finis.

Alhasil, Awhin menutup musim dengan finis ke-6 dan Mario menjadi ke-10. Pada klasemen akhir, Awhin Sanjaya berada di posisi keempat dengan 147 poin, sedangkan Mario Suryo Aji di posisi keenam dengan 128 poin.

“Saya sangat menikmati balapan yang berjalan ketat dan menguras energi di race2. Tekanan yang kuat dan persaingan sampai lap terakhir berhasil saya sudahi dengan finis di posisi terdepan. Tetapi, kemudian saya menerima hukuman sehingga harus turun ke posisi 6. Bagaimanapun, saya ucapkan terima kasih atas doa dan dukungan yang telah diberikan,” kata Awhin.

Sementara itu, Mario mengaku, jika debutnya di ARRC memberikan pengalaman penting untuk menghadapi musim selanjutnya. Dia sukses berkompetisi sebagai pembalap paling muda di kelas AP250 dan sukses beberapa kali naik podium.

“Apa pun hasilnya, tahun pertama ini sangat berharga untuk perjalanan karier balap saya,” ucapnya. GM Marketing Planning and Analysis PT Astra Honda Motor A Indraputra menyebutkan, hasil akhir ajang ARRC menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan pembinaan balap berjenjang.

“Kami akan terus mengevaluasi pembinaan pembalap muda yang kami lakukan di setiap level. Kami yakin, kelak Indonesia melalui para pembalap binaan AHM akan mempunyai pembalap yang mampu mengharumkan nama bangsa di level tertinggi,” katanya.

(don)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed