by

James Harden Lampaui Batas Kesulitan

-Sports-5 views



QQDewaSport.com –

loading…

PEBASKET James Harden jadi sosok yang kontroversial di dunia basket NBA. Banyak orang mengkritik keras gaya bermainnya yang tidak terlalu menghibur. Namun, James Harden sudah berhasil melewati perjalanan hidup yang keras, apalagi dunia NBA. Bagaimana ceritanya?

Nama Compton, California, Amerika Serikat, bukanlah tempat yang ideal untuk membesarkan keluarga. Tinggal di kota itu benar-benar seperti berada di neraka. Setiap harinya pencurian terjadi, narkoba dapat ditemukan di mana-mana dengan mudah, dan tindakan kekerasan sudah tersaji pagipagi bak sarapan.

Monja Willis tidak pernah punya pilihan ketika suaminya, James Edward Harden, mengajaknya tinggal di Compton, setelah dia berhenti sebagai marinir. Namun, dia benar-benar merasa kecewa ketika sang suami justru malah terjerumus dalam dunia hitam Compton. Dia hanya terdiam ketika melihat suaminya dicokok oleh kepolisian dan harus mendekam lama di penjara karena jualan narkoba.

Dia hanya bisa menghela napas panjang karena James Edward Harden meninggalkan dirinya sendiri dengan dua anak kecil dan bayi yang tengah dia kandung. “Begitu James Harden lahir, saya memanggil dia nama Lucky (keberuntungan). Karena saya melihat dia hadir di tengah banyak kisah sedih yang kami alami,” kenang Monja Willis.

Wanita yang sehari-hari bekerja sebagai tenaga lepas di perusahaan telekomunikasi AT&T itu sengaja menamai anak bungsunya dengan nama suaminya. Dia berharap ketidakhadiran sang suami justru akan hadir melalui anak ketiganya.

“Seperti apa ayah saya? Saya tidak mengenalnya karena saat saya dilahirkan, dia berada dalam penjara. Sesudahnya dia juga tidak pernah kembali,” ucap James Harden.

Di lingkungan yang keras itulah, Monja Willis membesarkan ketiga anaknya sebaik mungkin. Tidak hanya cukup satu kerja, dia kerap melakukan pekerjaan lain guna memastikan ketiga anaknya cukup makan, cukup pendidikan, dan cukup kasih sayang. Sadar Compton bukanlah tempat yang bagus untuk membesarkan anak, Monja Willis berusaha memastikan ketiga anaknya tidak menghabiskan waktu di luar rumah dalam waktu yang lama.

“Terkadang saya merasa bersyukur James mengidap asma sehingga tidak pernah betah berada di luar dalam waktu yang lama,” ucap Monja Willis. Namun, penyakit itu justru yang membuat pria yang lahir pada 26 Agustus 1989 itu kesulitan bermain basket. Sejak kecil, James Harden memang sudah jatuh hati pada basket.

Dari kecil, dia sudah bercita-cita menjadi pebasket NBA. Kecintaan itulah yang membuatnya masuk ke tim basket Artesia High School. Sayang penyakit asma membuatnya tampil biasa-biasa saja sehingga tidak pernah masuk pilihan utama tim basket sekolah itu.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed